Minggu, 04 November 2012

Hujan dan Teduh.

Hujan pagi ini indah banget,gak tau kenapa rasanya sejuk aja kalo liat hujan. apalagi ngeliat embunan air yang menempel dikaca, rasanya gak pengen berhenti merhatiin itu. Hujan hari ini begitu dingin, dan untungnya tuhan masih ngasih aku tempat untuk berteduh. Rasanya, pengen banget buat nyentuh hujan itu, pengen berlarilarian diluar sana bersama hujan, berteriak dan melupakan segalanya bersama hujan. Hujan kali ini bertahan lama, dan aku bersyukur masih bisa liat hujan itu, masih bisa merasakan dinginnya hujan, masih bisa melihat air-air ajaib yang muncul dari awan itu. Tuhan masih ngijinin aku untuk bisa lihat hujan itu, dan ya, kebahagiaan itu begitu sederhana, aku bahagia ngeliat ujan yang daritadi terus turun di luar jendela kamar. Terimakasih tuhan masih ngijinin aku untuk bahagia(:

Aku tau hujan tidak pernah bertahan lama, selama2nya hujan itu turun pasti ada waktunya dimana dia harus pergi,dan biarkan Teduh yang mengakhirinya. Semuanya gak akan pernah ada yang abadi, aku percaya. Aku yakin di semua kegalauan yang begitu berat ini hanyalah setitik hujan yang tuhan kasih buat aku, yang sebentar lagi akan teduh dengan sendirinya, yang sebentar lagi akan ada matahari yang meneranginya, matahari yang membantu segala aktivitas ku. (:

Hujan dan Teduh ditakdirkan untuk bertemu, tetapi tidak bersama dalam perjalanannya.
aku suka cerita itu, sepertinya hujan adalah sesuatu yang jauh lebih galau daripada aku. karena,dia tau Teduh selalu menunggunya, tetapi mereka takpernah ada waktu untuk berbicara,mereka bertemu lalu dipisahkan secara paksa. Belum lagi Petir yang selalu ada pada hujan, hujan harus bertahan menghadapi petir itu,demi melihat teduh yang diyakini Hujan akan datang mengakhiri petir itu. Hujan selalu percaya bahwa Teduh selalu ada disana, dan saat mereka bertemu,dengan waktu yang sangat singkat hujan pun bisa melupakan rasa sakit yang dia rasain. Teduh datang membawa segala cahaya, lalu menyudahi hujan itu dengan indah. dan hujan pun berakhir bahagia, sesederhana itu.

Apa mungkin aku dan kamu itu kaya Hujan dan Teduh?
Aku yang jadi hujan, dan kamu yang jadi Teduh.. kita ditakdirkan untuk bertemu, tapi gak bisa bersama. Ya,sepertinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar